Wednesday, March 30, 2011

Tips packing barang untuk pindahan

Selama di jepang terhitung sudah 5 kali pindah rumah, bukan maksud hati jadi penghuni berpindah, tapi 5 tahun dijepang selalu dilewati dengan kondisi berbeda, mulai bulan madu dengan jepang, sibuk dilab, lajang sejati, menikah hamil, punya anak, mikirin sekolah anak (halah sok iya, padahal banyak yang masih lebih komplikatif).

Nah kalau pindahan pasti deh mulai lagi beribet ribet packing dan unpacking.  Waktu masih single sih, gampang banget bisa pakai jasa angkutan umum dengan tiket one day.  Tapi status berubah ternyata barang barang yang dipindah banyak juga. 

Mau tidak mau pakai jasa pindahan, biarpun sedikit mahal tapi sudah termasuk biaya keluarin barang, angkut barang dan masukin barang ke rumah baru.  Bisa juga sekalian dengan jasa packing, tapi karena biaya juga nambah, yen bisa ya packing sendiri.  Sekedar berbagi hal hal yang penting dalam packing barang untuk pindahan.

  1. Tentukan dulu pindahnya kemana, lha iyalah, masak belum tahu mau pindah kemana
  2. Seleksi barang yang mau di bawa; penting! jangan bawa pindah barang yang mau dibuang, kan repot kalau capek capek packing, delivering, unpacking eh terus disposing
  3. Pilih jasa pindahan yang tepat, hitung kalkulasinya benar benar, bandingkan satu perusahaan dengan yang lainnya, biaya biaya berbanding lurus dengan service yang ada, tetapi karena tidak semua service kita butuhkan makanya perlu sekali kalkulasi yang akurat
  4. List juga teman teman atau saudara yang mau membantu, sekalian buat job descriptionnya biar bantuan mereka tepat sasaran (untuk orang orang yang benar benar mau membantu lho ya, yeng cuma bikin ribet diminta jangan datang saja )
  5. Box tempat barang, bisa koper atau bok plastik dan atau kardus.  Pilih yang kuat, tahan air, gampang dibawa atau digeser, dan paling penting dalam ukuran yang sama.  Karena akan mempermudah dalam penyusunan sebelum, sewaktu dan sesudah pindahan.  
  6. Setiap box beri tanda skala prioritas, supaya kita bisa tahu mana yang harus diangkut duluan, mana yang bisa ditumpuk paling bawah atau mana yang harus dibongkar terakhir
  7. Jangan lupa, list barang barang yang masuk dalam kardus, satu di tempel dan copynya disimpan supaya gampang mengaturnya.
  8. Packing barang berdasarkan jenisnya, gunakan alat bantu seperti koran bekas atau busa, untuk melindungi barang elektronik dari goncangan, begitu juga dengan barang pecah belah.
  9. Tutup box dengan benar, gunakan plester yang kuat dan beri tanda arah pada bok supaya bisa disusun dengan benar
  10. Jangan lupa, beri tanda khusus pada box tempat dimana dia diletakan nantinya di rumah baru, jadi pekerjaan unpacking jadi lebih gampang lho...
  11. Siapkan satu box khusus berisi barang barang darurat yang akan digunakan sewaktu baru pindah, seperti alat mandi, pakaian secukupnya, alat makan, kalau perlu makanannya.  kalau dokumen penting pasti sudah ada space sendiri kan
  12. Jangan lupa juga tempel semua box dengan alamat rumah baru,
Siap pindah kan?????(yang mau pindah negara sebentar lagi)

Tuesday, January 12, 2010

Coming Age Day (Hari menjadi dewasa /seijin no hi)


Kemarin, tanggal 11 Januari merupakan hari libur di Jepang.  Minggu ke dua dalam bulan januari merupakan peringatan seijin no hi 成人の日、 atau hari menjadi dewasa.  Dewasa dalam konsep orang Jepang adalah pada waktu mencapai umur 20 tahun.  Jadi pria dan wanita yang memasuki usia 20 tahun ini, resmi memiliki banyak kebebasan.

Misalnya, sudah diperbolehkan merokok, diperbolehkan minum alkohol, diperbolehkan mendapat SIM, boleh ikut pemilu, boleh tanda tangan kontrak tanpa persetujuan ortu, dan juga merupakan usia dimana mereka mulai memutuskan tentang masa depan mereka sendiri.  Jadi kemarin diseantero jepang, perayaan hari dewasa ini dapat dengan mudah ditemukan.  Mengenakan kimono  terbaik, mengikuti acara di balai kota, di tempat tempat keramaian, sampai acara spesial di rumah masing masing yang tak terlewatkan dengan berphoto.  Hari spesial.

Menurut sumber ini, tahun 2010 ini jumlah penduduk Jepang yang memasuki usia 20 tahun  berjumlah sekitar 1,27 juta jiwa, untuk pertama kalinya sejak  tahun 1968 berada di bawah angka 1,3 juta jiwa (duh....sedikit banget kan?).  Inilah salah satu kekhawatiran di jepang...populasi anak muda yang jauh dibawah populasi orang tua.  Wajar...anak mudanya tidak tertarik berkeluarga, kalaupun tertarik berkeluarga tidak tertarik punya anak, lha...liat bumil saja selalu saja bilang...taihen desu ne (susah ya...)

anyway...miris juga lihat para orang dewasa baru tahun ini, kebanyakan ketika di wawancarai hanya surprising dengan usia 20 dimana mereka bisa minum minum sepuasnya, bisa bebas...hmm..jangan jangan Jepang ke depan tidak lagi seperti sekarang